{"id":723,"date":"2026-06-17T07:40:33","date_gmt":"2026-06-17T07:40:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rotharia.com\/uncategorized\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\/"},"modified":"2026-06-17T07:40:33","modified_gmt":"2026-06-17T07:40:33","slug":"munculnya-pasar-sekunder-di-sektor-ekuitas-swasta-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/private-capital\/private-market-liquidity\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\/","title":{"rendered":"Bangkitnya Pasar Sekunder dalam Ekuitas Swasta"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-large\">\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1080\" height=\"810\" src=\"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-592\" srcset=\"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073.jpg 1080w, https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-16x12.jpg 16w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/>\n<figcaption><em>Foto oleh Syahril Zulkefli (@syahzul) pada Unsplash<\/em><\/figcaption>\n<\/figure>\n\n\n<style>body.single-post .cm-featured-image { display: none !important; }<\/style>\n\n\n\n    <meta charset=\"UTF-8\">\n    <meta name=\"viewport\" content=\"width=device-width, initial-scale=1.0\">\n    <title>Bangkitnya Pasar Sekunder dalam Ekuitas Swasta<\/title><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Pasar sekunder ekuitas swasta telah berkembang dari sekadar saluran khusus bagi penjual yang mengalami kesulitan menjadi bagian penting dari infrastruktur keuangan industri ini. Lazard memperkirakan volume transaksi mencapai $233bn pada tahun 2025, naik dari $152bn setahun sebelumnya, sementara Jefferies memperkirakan totalnya sebesar $240bn. Perbedaan perkiraan yang tepat ini disebabkan oleh perbedaan klasifikasi transaksi yang dilakukan oleh para penasihat, namun keduanya mengarah pada kesimpulan yang sama: investor dan manajer dana semakin memanfaatkan pasar sekunder untuk mengelola pasar ekuitas swasta di mana proses exit dan distribusi kas masih sulit dilakukan.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Perluasan ini bukan sekadar kisah para investor yang menjual bagian dana mereka sebelum jatuh tempo. Mitra terbatas memanfaatkan pasar untuk menyeimbangkan kembali portofolio, mengurangi eksposur lama, dan melepaskan modal untuk komitmen baru. Mitra umum memindahkan perusahaan-perusahaan terpilih ke dalam kendaraan kelanjutan ketika mereka meyakini bahwa suatu aset memerlukan waktu pengembangan yang lebih lama daripada yang diizinkan oleh dana aslinya. Pembeli baru, termasuk dana sekunder khusus, investor dana pensiun, kendaraan pengelolaan kekayaan, dan manajer pasar swasta, menyediakan modal bagi kedua belah pihak.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Pertumbuhan ini membuat pasar swasta lebih fleksibel, namun tidak menjadikannya likuid dalam arti yang sama seperti saham atau obligasi publik. Transaksi tetap dilakukan melalui negosiasi, harga dapat bervariasi secara signifikan, dan investor mungkin harus menunggu berbulan-bulan hingga suatu kesepakatan ditutup. Pasar sekunder mengurangi kekakuan dana swasta berjangka panjang; namun, pasar sekunder tidak menghilangkan risiko penilaian dan tata kelola yang muncul ketika aset tidak dapat diperdagangkan secara berkelanjutan.<\/span><\/p><h2><span>Pasar yang terbentuk akibat batasan-batasan struktur dana<\/span><\/h2><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Dana ekuitas swasta tradisional biasanya dirancang untuk beroperasi selama sepuluh tahun atau lebih. Investor menyetor modal pada awal pembentukan dana, manajer menarik dana tersebut secara bertahap selama beberapa tahun, dan dana tersebut dikembalikan seiring dengan penjualan perusahaan-perusahaan dalam portofolio. Struktur ini memungkinkan manajer untuk berinvestasi tanpa harus menghadapi permintaan penarikan dana harian, namun hal ini juga berarti bahwa mitra terbatas memiliki sedikit kendali atas waktu terjadinya arus kas.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Pasar sekunder berkembang untuk mengatasi kendala tersebut. Seorang investor yang tidak ingin lagi menunggu hingga dana tersebut jatuh tempo dapat menjual kepemilikannya kepada pembeli lain, sehingga mengalihkan baik nilai yang tersisa maupun kewajiban untuk memenuhi permintaan penambahan modal di masa depan. Pembeli tersebut memperoleh eksposur terhadap portofolio yang lebih matang, yang seringkali disertai dengan visibilitas yang lebih baik terhadap aset-aset yang mendasarinya dibandingkan saat dana tersebut pertama kali menggalang modal.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Penjualan sekunder pada tahap awal sering kali dikaitkan dengan kesulitan keuangan. Para investor menjual karena membutuhkan uang tunai, telah melampaui batas alokasi, atau tidak lagi mampu membiayai komitmen mereka. Para pembeli mengharapkan diskon yang cukup besar terhadap nilai aset bersih yang dilaporkan sebagai kompensasi atas ketidakpastian, keterbatasan informasi, dan kemungkinan bahwa penjual bertindak di bawah tekanan.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Persepsi tersebut kini telah berubah. Lembaga-lembaga kini memanfaatkan pasar sebagai alat pengelolaan portofolio yang aktif, sementara para pembeli khusus telah mengumpulkan dana dalam jumlah yang lebih besar dan meningkatkan kemampuan analitis mereka. Sebuah penjualan mungkin mencerminkan keputusan strategis untuk mengurangi eksposur terhadap manajer, wilayah geografis, atau tahun pendirian dana, bukan karena adanya masalah pada dana tersebut secara individual.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Krisis keuangan global mempercepat perkembangan ini karena bank, dana pensiun, dan lembaga-lembaga lainnya menghadapi tekanan untuk memperbaiki neraca keuangan mereka. Periode tersebut menunjukkan bahwa bahkan investor dengan kewajiban jangka panjang pun bisa saja tiba-tiba membutuhkan likuiditas. Hal ini juga mengukuhkan peran spesialis sekunder sebagai mitra yang kredibel dan mampu menganalisis serta mengakuisisi portofolio yang kompleks.<\/span><\/p><h2><span>Pertumbuhan terbaru ini mencerminkan kurangnya distribusi<\/span><\/h2><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Ekspansi saat ini sangat erat kaitannya dengan perlambatan yang berkepanjangan dalam proses exit di industri ekuitas swasta. Kenaikan suku bunga, melemahnya valuasi, dan ketidakpastian terkait pertumbuhan ekonomi telah mempersulit para manajer untuk menjual perusahaan atau melepasnya ke pasar modal. Karena aset tetap berada di dalam dana investasi dalam jangka waktu yang lebih lama, distribusi kas kepada investor telah turun di bawah tingkat yang diharapkan oleh banyak lembaga saat mereka melakukan komitmen investasi.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Hal ini menimbulkan masalah praktis bagi mitra terbatas. Dana pensiun, dana abadi, dan perusahaan asuransi sering kali membiayai komitmen baru di sektor ekuitas swasta sebagian dari pembagian keuntungan yang dihasilkan oleh dana-dana lama. Ketika pembagian keuntungan tersebut melambat, investor menerima dana tunai yang lebih sedikit sementara tetap harus memenuhi permintaan penambahan modal dari instrumen investasi yang lebih baru. Mereka mungkin mengalami alokasi berlebihan di pasar swasta meskipun nilai portofolio yang dilaporkan belum menurun.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Pasar sekunder merupakan salah satu cara untuk melepaskan modal. Seorang investor dapat menjual kepemilikan di reksa dana yang sudah lama, mengurangi komitmen yang belum didanai, atau melepas sekelompok posisi yang tidak lagi sesuai dengan strateginya. Hasil penjualan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban, mendukung komitmen baru, atau menyeimbangkan kembali portofolio ke kelas aset lainnya.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Pasar juga membantu mitra umum mengatasi tekanan likuiditas yang sama. Ketika manajer tidak dapat menjual sebuah perusahaan dengan harga yang wajar, mereka dapat mendirikan dana lanjutan yang membeli aset tersebut dari dana sebelumnya. Para investor yang sudah ada biasanya diberi pilihan untuk menjual kepemilikan mereka atau mengalihkannya ke dana baru tersebut.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Bain menggambarkan bahwa industri ekuitas swasta secara umum sedang menghadapi kendala likuiditas yang disebabkan oleh menumpuknya perusahaan-perusahaan yang belum terjual serta periode kepemilikan yang semakin lama. Kondisi tersebut telah memperkuat peran transaksi sekunder, namun hal itu juga berarti para pembeli harus membedakan antara aset yang benar-benar membutuhkan waktu lebih lama dan aset yang manajernya memanfaatkan struktur baru untuk menunda proses exit yang sulit.<\/span><\/p><h2><span>Transaksi yang dipimpin oleh LP kini menjadi bagian rutin dari pengelolaan portofolio<\/span><\/h2><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Dalam transaksi yang dipimpin oleh LP, seorang investor yang sudah ada menjual satu atau lebih bagian kepemilikan dalam dana kepada pembeli sekunder. Pembeli tersebut mengambil alih posisi ekonomi penjual, termasuk pembagian hasil di masa depan dan sisa komitmen modal. Transaksi semacam ini dapat melibatkan satu dana saja atau portofolio yang berisi bagian kepemilikan dalam puluhan instrumen investasi.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Penjual mungkin memiliki beberapa alasan untuk melakukan transaksi. Sebuah dana pensiun mungkin mengurangi eksposurnya terhadap ekuitas swasta setelah adanya perubahan dalam kebijakan alokasinya. Sebuah bank atau perusahaan asuransi mungkin menanggapi persyaratan modal yang ditetapkan oleh regulator. Sebuah dana abadi mungkin membutuhkan dana tunai untuk mendukung kebutuhan pengeluaran, sementara sebuah family office mungkin ingin menyederhanakan portofolio yang diwarisi dari tim investasi sebelumnya.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>California Public Employees\u2019 Retirement System (CalPERS) memberikan contoh yang bermanfaat tentang bagaimana sebuah lembaga besar dapat memanfaatkan pasar dalam dua arah. CalPERS telah menjual posisi lama sebagai bagian dari upaya untuk merestrukturisasi portofolio ekuitas swasta, sekaligus mengakuisisi kepemilikan sekunder guna meningkatkan diversifikasi eksposur di antara manajer investasi dan tahun emisi. Laporan mengenai pembelian sekitar $500mn saham dari dana abadi Yale pada tahun 2025 menunjukkan bahwa pasar sekunder dapat digunakan untuk menginvestasikan modal sekaligus melepaskannya.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Ini merupakan perkembangan penting karena menantang pandangan bahwa penjualan sekunder selalu menandakan kelemahan. Yale mungkin memutuskan bahwa portofolio tertentu tidak lagi sesuai dengan kebutuhan likuiditasnya, sementara CalPERS mungkin menganggap aset yang sama menarik pada harga yang telah dinegosiasikan. Transaksi ini memungkinkan kedua lembaga tersebut untuk mengejar tujuan yang berbeda tanpa mengharuskan manajer investasi yang bersangkutan untuk menjual perusahaan mereka.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Transaksi yang dipimpin oleh LP juga memberikan pembeli akses ke portofolio yang sudah mapan. Berbeda dengan komitmen dana baru, di mana investor mungkin harus menunggu bertahun-tahun hingga modal disalurkan, pembelian sekunder dapat memberikan eksposur langsung terhadap perusahaan-perusahaan yang sudah beroperasi dalam portofolio tersebut. Hal ini mengurangi risiko blind-pool, meskipun tidak menghilangkan ketidakpastian terkait penilaian dan exit di masa depan.<\/span><\/p><h2><span>Penetapan harga tidak hanya bergantung pada besaran diskon yang diiklankan<\/span><\/h2><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Transaksi sekunder sering kali dijelaskan berdasarkan diskon atau premi yang dibayarkan dibandingkan dengan nilai aset bersih (NAV) yang dilaporkan. Seorang pembeli yang membayar 90 sen untuk setiap dolar NAV yang dilaporkan tampaknya mendapatkan diskon sebesar 10 persen. Ukuran ini memang berguna, tetapi dapat menyesatkan jika dilihat secara terpisah.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Nilai aset bersih merupakan perkiraan yang disusun oleh manajer reksa dana, biasanya setiap kuartal. Perkiraan tersebut dapat didasarkan pada perusahaan publik yang sejenis, transaksi terkini, arus kas yang didiskontokan, atau metode penilaian lainnya. Pada periode ketika pasar mengalami perubahan yang cepat, angka yang dilaporkan mungkin tidak mencerminkan kondisi pembiayaan terkini atau harga aktual di mana suatu aset dapat dijual.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Oleh karena itu, para pembeli mengkaji perusahaan-perusahaan yang mendasarinya, struktur utang, kinerja operasional, serta perkiraan waktu pelepasan. Portofolio yang dibeli dengan diskon kecil mungkin menarik jika asetnya berkualitas tinggi dan hampir dapat direalisasikan. Portofolio dengan diskon besar mungkin tetap tidak menguntungkan jika perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan modal tambahan atau menghadapi prospek yang suram.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Waktu penetapan NAV acuan juga penting. Transaksi yang dinegosiasikan berdasarkan penilaian yang dilakukan beberapa bulan sebelumnya mungkin mencakup penyesuaian terkait pembagian hasil, permintaan penambahan modal, atau perubahan kinerja operasional. Struktur pembayaran yang ditangguhkan dapat semakin memperumit harga yang tampak karena sebagian dari nilai transaksi mungkin dibayarkan di kemudian hari.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Bagi para penjual, perbandingan yang relevan bukanlah sekadar NAV yang dilaporkan. Mereka harus menilai nilai dari menerima uang tunai saat ini dibandingkan dengan kemungkinan pembagian hasil yang lebih tinggi di masa depan. Diskon mungkin dapat diterima jika hasil penjualan tersebut dapat diinvestasikan kembali dalam strategi yang lebih menguntungkan atau digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas yang mendesak.<\/span><\/p><h2><span>Transaksi yang dipimpin oleh GP mengubah proses exit tradisional<\/span><\/h2><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Pertumbuhan pesat transaksi yang diprakarsai oleh mitra umum (GP) merupakan perubahan struktural terpenting di pasar sekunder. Dalam transaksi-transaksi ini, mitra umumlah yang memprakarsai transaksi, bukan menunggu mitra terbatas (LP) untuk menjual. Struktur yang paling umum adalah dana lanjutan (continuation fund) yang mengakuisisi satu atau lebih aset dari dana yang sudah ada.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Alasannya dapat dimengerti. Seorang manajer mungkin mengelola perusahaan yang kuat namun belum menyelesaikan rencana pertumbuhannya, melakukan akuisisi besar, atau mencapai titik optimal untuk dijual. Dana investasi awal mungkin sudah mendekati akhir masa berlakunya, sementara sebagian investor menginginkan likuiditas. Sarana kelanjutan dapat menyediakan dana tunai bagi para investor tersebut dan memungkinkan investor lain untuk tetap mempertahankan eksposurnya.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Transaksi-transaksi ini dapat menyelaraskan kepentingan jika dirancang dengan cermat. Investor yang sudah ada mendapatkan opsi untuk keluar, investor yang memperpanjang investasi tetap berinvestasi, dan manajer memperoleh waktu serta modal tambahan untuk mengembangkan bisnis. Pembeli sekunder baru mendapatkan akses ke aset yang telah mereka teliti secara mendetail.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Struktur tersebut juga menimbulkan konflik. Mitra umum yang sama sering kali mewakili dana penjual, mengelola entitas pembeli, dan terus mengawasi aset tersebut. Oleh karena itu, hal ini memengaruhi penilaian, proses transaksi, dan pengaturan biaya di masa mendatang di kedua belah pihak dalam transaksi tersebut.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Nasihat independen, proses penawaran yang kompetitif, dan keterbukaan informasi yang jelas sangatlah penting. Investor perlu memahami bagaimana harga ditentukan, apakah manajer menginvestasikan kembali modalnya sendiri, serta bagaimana biaya manajemen dan carried interest akan disesuaikan. Dana lanjutan dapat menciptakan nilai yang sah, tetapi juga dapat memungkinkan manajer untuk mempertahankan biaya, menghindari pengakuan atas exit yang lemah, atau mengalihkan risiko kepada kelompok investor baru.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Reksa dana lanjutan dengan satu aset utama memperparah kekhawatiran ini karena kinerjanya sangat bergantung pada satu perusahaan. Meskipun pemegang reksa dana mungkin memiliki informasi yang lengkap, mereka tetap menghadapi tingkat diversifikasi yang lebih rendah serta risiko yang lebih besar terhadap perubahan di sektor perusahaan, pembiayaan, atau manajemennya.<\/span><\/p><h2><span>Kendaraan lanjutan bukanlah jalur keluar konvensional<\/span><\/h2><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Kinerja ekuitas swasta secara tradisional dinilai berhasil ketika sebuah perusahaan dijual kepada pembeli strategis, sponsor keuangan lain, atau pasar modal. Transaksi lanjutan berbeda karena aset tersebut tetap berada di bawah kendali manajer yang sama, meskipun beberapa investor menerima likuiditas.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Transaksi tersebut mungkin menghasilkan imbal hasil yang terealisasi bagi dana awal, namun tidak memberikan uji pasar independen yang sama seperti penjualan kepada pembeli yang tidak terafiliasi yang bermaksud mengendalikan perusahaan. Investor sekunder mengakuisisi aset tersebut sebagian didasarkan pada keyakinan manajer yang tetap kuat serta struktur transaksi tersebut.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Hal ini tidak menjadikan transaksi tersebut bersifat artifisial. Investor baru menyuntikkan modal riil dan memiliki insentif untuk menegosiasikan harga yang wajar. Entitas penerus juga dapat menerapkan tata kelola yang lebih kuat, sumber pendanaan baru, atau sumber daya operasional tambahan.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Meskipun demikian, para investor sebaiknya membedakan antara likuiditas dan realisasi akhir. Transaksi yang dipimpin oleh GP memang menghasilkan kas bagi sebagian peserta, namun perusahaan yang bersangkutan pada akhirnya tetap harus dijual. Jika dana lanjutan terus-menerus dijadikan pengganti bagi exit eksternal, industri ini justru mungkin akan menunda\u2014bukan menyelesaikan\u2014masalah penilaiannya.<\/span><\/p><h2><span>Pembeli menanggung risiko yang berbeda dari investor utama<\/span><\/h2><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Pembeli sekunder sering kali memiliki informasi yang lebih banyak daripada investor yang berinvestasi di dana baru karena mereka dapat menganalisis portofolio yang sudah ada. Mereka dapat meninjau kinerja perusahaan, riwayat penilaian, dokumen dana, serta kebutuhan modal yang tersisa. Mereka juga dapat memperoleh keuntungan dengan mengakuisisi aset yang lebih dekat dengan titik keluar, sehingga memperpendek jangka waktu investasi.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Transparansi ini tidak berarti bahwa instrumen sekunder berisiko rendah. Pembeli mungkin mengandalkan penilaian yang diberikan oleh manajer, sementara aset-aset dengan kinerja terbaik mungkin sudah dijual. Portofolio yang tersisa dapat berisi perusahaan-perusahaan yang memerlukan periode kepemilikan lebih lama atau pendanaan tambahan.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Pembelian sekunder juga dapat menghasilkan tingkat pengembalian yang dilaporkan lebih cepat karena pembeli memperoleh bagian kepemilikan setelah sebagian masa berlaku reksa dana telah berlalu. Efek ini, yang kadang-kadang disebut sebagai kurva J yang lebih pendek, menarik bagi investor yang menginginkan pembagian hasil lebih awal. Hal ini tidak boleh disamakan dengan risiko ekonomi yang lebih rendah.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Pembeli harus mempertimbangkan beberapa faktor:<\/span><\/p><ul data-spread=\"true\"><li><strong><span>Kualitas aset:<\/span><\/strong><span> Perusahaan-perusahaan yang menjadi portofolio reksa dana tersebut sebaiknya dievaluasi secara individual, bukan berdasarkan kinerja rata-rata reksa dana tersebut.<\/span><\/li><li><strong><span>Kewajiban yang belum didanai:<\/span><\/strong><span> Harga pembelian hanyalah sebagian dari modal yang dibutuhkan, karena pembeli mungkin harus menanggung kewajiban di masa depan.<\/span><\/li><li><strong><span>Keselarasan manajer:<\/span><\/strong><span> Pembeli sebaiknya memeriksa apakah mitra umum menyetor modal dan bagaimana insentifnya berubah setelah transaksi tersebut.<\/span><\/li><li><strong><span>Asumsi akhir:<\/span><\/strong><span> Imbal hasil dapat sangat bergantung pada waktu dan penilaian penjualan di masa depan.<\/span><\/li><li><strong><span>Konsentrasi:<\/span><\/strong><span> Transaksi yang dikelola oleh satu manajer atau yang melibatkan satu aset saja mungkin menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi, namun juga membuat investor berisiko mengalami kerugian individu yang lebih besar.<\/span><\/li><li><strong><span>Mata uang dan pembiayaan:<\/span><\/strong><span> Portofolio lintas batas dan pembelian dengan leverage menimbulkan risiko yang melampaui kinerja operasional perusahaan-perusahaan tersebut.<\/span><\/li><\/ul><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Oleh karena itu, label sekunder tersebut menggambarkan jalur transaksi, bukan strategi investasi yang seragam. Portofolio yang terdiversifikasi dari kepemilikan di dana yang sudah mapan memiliki profil risiko yang berbeda dari dana lanjutan yang menggunakan leverage dan hanya mencakup satu perusahaan.<\/span><\/p><h2><span>Teknologi meningkatkan efisiensi pelaksanaan, tetapi tidak menciptakan likuiditas<\/span><\/h2><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Platform digital telah berupaya membuat perdagangan di pasar swasta menjadi lebih mudah diakses dengan menstandarkan informasi, menghubungkan pembeli dan penjual, serta mengelola sebagian proses transaksi. Palico, Nasdaq Private Market, dan penyedia layanan lainnya telah mengembangkan infrastruktur untuk mengalihkan kepemilikan di dana swasta atau perusahaan swasta.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Teknologi dapat mengurangi hambatan administratif, terutama untuk transaksi berskala kecil. Teknologi ini dapat membantu mengatur dokumen, memverifikasi kelayakan investor, dan menyediakan lingkungan yang terstruktur untuk proses penawaran. Kualitas data yang lebih baik juga memungkinkan pembeli untuk membandingkan portofolio secara lebih efisien.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Bagian-bagian yang rumit dalam transaksi sekunder tetap terletak pada aspek analitis dan hukum. Pembeli memerlukan informasi rahasia mengenai aset yang mendasari, sementara proses pengalihan mungkin memerlukan persetujuan pengelola dan kepatuhan terhadap perjanjian dana. Perlakuan perpajakan dapat bervariasi antar investor dan yurisdiksi.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Sebuah platform tidak dapat menjamin bahwa seorang penjual akan menemukan pembeli dengan harga yang dapat diterima. Likuiditas pada akhirnya bergantung pada permintaan, modal yang tersedia, dan kepercayaan terhadap aset-aset tersebut. Teknologi mungkin dapat mempercepat proses transaksi, tetapi tidak dapat menciptakan pasar yang efisien untuk setiap kepemilikan ekuitas swasta.<\/span><\/p><h2><span>Penambahan modal dapat memperkecil besaran diskon dan melemahkan disiplin<\/span><\/h2><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Perluasan penggalangan dana sekunder telah meningkatkan persaingan dalam perebutan aset. Bain melaporkan bahwa dana sekunder mengumpulkan $102bn pada tahun 2024, sehingga total aset yang dikelola dalam strategi tersebut mencapai sekitar $601bn. Pertumbuhan modal khusus ini memungkinkan pasar untuk menyerap transaksi yang lebih besar dan memberikan penjual lebih banyak penawar yang kredibel.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Persaingan dapat menguntungkan penjual dengan mendorong penurunan harga. Hal ini juga dapat mengurangi imbal hasil yang diperoleh pembeli, terutama ketika portofolio berkualitas tinggi menarik minat beberapa dana investasi yang memiliki modal kuat. Seiring dengan menyempitnya selisih harga, kinerja di masa depan akan semakin bergantung pada pertumbuhan perusahaan dan keberhasilan proses divestasi.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Pemain baru mungkin juga bersedia menerima struktur atau penilaian yang dianggap tidak menarik oleh para pakar yang sudah mapan. Produk pengelolaan kekayaan dan reksa dana semi-likuid mulai memberikan akses kepada investor perorangan ke pasar sekunder di pasar swasta, sehingga meningkatkan ketersediaan modal bagi sektor tersebut.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Perkembangan ini perlu ditanggapi dengan hati-hati. Produk investasi ritel dan kekayaan pribadi mungkin menjanjikan likuiditas berkala, namun pada saat yang sama berinvestasi pada aset yang tetap sulit dijual. Ketidakseimbangan ini dapat menimbulkan masalah ketika banyak investor mengajukan permintaan penarikan dana secara bersamaan. Manajer investasi perlu memiliki kas yang memadai, fasilitas kredit, atau mekanisme pengendalian penarikan dana untuk menghindari penjualan aset di bawah tekanan.<\/span><\/p><h2><span>Sistem sekunder meningkatkan fleksibilitas tanpa menyelesaikan masalah keluar<\/span><\/h2><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Pasar sekunder terkadang digambarkan sebagai solusi atas kekurangan likuiditas di sektor ekuitas swasta. Akan lebih tepat jika pasar sekunder ini digambarkan sebagai salah satu mekanisme untuk mendistribusikan kembali kekurangan likuiditas tersebut. Ketika seorang LP menjual kepemilikan di suatu dana, likuiditas berpindah dari pembeli ke penjual, namun perusahaan-perusahaan yang mendasarinya tetap bersifat swasta. Ketika dana lanjutan mengakuisisi suatu aset, sebagian investor menerima uang tunai sementara investor baru mengambil alih eksposur tersebut.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Transfer ini dapat memberikan manfaat ekonomi. Para investor dengan cakrawala waktu dan kebutuhan likuiditas yang berbeda seharusnya dapat saling bertransaksi. Sebuah dana pensiun yang ingin mengurangi eksposurnya mungkin dapat menemukan pembeli yang bersedia dengan modal berjangka panjang dan toleransi yang lebih tinggi terhadap ketidaklikuiditas.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Sistem ini masih membutuhkan jalur keluar akhir. Para pembeli sekunder mengharapkan perusahaan-perusahaan dalam portofolio pada akhirnya akan dijual atau menghasilkan kas. Jika penawaran umum dan akuisisi perusahaan tetap lesu dalam jangka waktu yang lama, aset-aset yang sama dapat berpindah dari satu entitas swasta ke entitas swasta lainnya tanpa menghasilkan pembagian hasil yang memadai di seluruh sistem.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Oleh karena itu, pertumbuhan pasar ini sebaiknya ditafsirkan sebagai tanda kematangan sekaligus bukti adanya tekanan. Hal ini menunjukkan bahwa sektor ekuitas swasta telah mengembangkan instrumen likuiditas yang lebih canggih, namun di sisi lain, jalur keluar konvensional belum mampu mengimbangi jumlah modal yang diinvestasikan dalam kelas aset tersebut.<\/span><\/p><h2><span>Hal-hal yang perlu dipertimbangkan oleh para investor<\/span><\/h2><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Mitra terbatas yang mempertimbangkan untuk melakukan penjualan sebaiknya memulai dengan mempertimbangkan tujuan transaksi tersebut. Penjualan untuk memenuhi kebutuhan kas jangka pendek berbeda dengan upaya mengurangi ketergantungan pada manajer atau merestrukturisasi seluruh portofolio pasar swasta. Tujuan tersebut menentukan aset mana yang sebaiknya ditawarkan dan konsesi harga apa saja yang mungkin dapat diterima.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Penjualan portofolio secara luas dapat menghasilkan likuiditas yang besar, namun mungkin mengharuskan penjual untuk memasukkan aset-aset yang menarik bersama dengan aset-aset yang kurang menguntungkan. Proses yang lebih selektif dapat mempertahankan aset-aset terbaik, namun mungkin menarik minat pembeli yang lebih sedikit. Investor juga sebaiknya menilai apakah komitmen yang belum didanai, dampak perpajakan, atau aturan alokasi internal dapat mengubah manfaat ekonomi dari suatu transaksi.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Pembeli perlu melihat lebih jauh dari sekadar diversifikasi dan diskon yang tampak di permukaan. Mereka harus memahami usia dana investasi, kualitas aset yang tersisa, serta asumsi-asumsi yang diperlukan untuk mencapai imbal hasil yang diproyeksikan. Dalam transaksi yang dipimpin oleh GP, tata kelola dan integritas proses sama pentingnya dengan perusahaan-perusahaan itu sendiri.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Mitra umum sebaiknya memperlakukan dana lanjutan sebagai transaksi yang sesungguhnya yang melibatkan para investor dengan kepentingan yang berbeda-beda. Mereka perlu memberikan waktu yang memadai, informasi, dan alternatif kepada para pemegang saham terbatas (LP) yang sudah ada. Proses yang memaksa investor untuk segera mengambil keputusan dapat merusak kepercayaan, meskipun aset dasarnya kuat.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Kantor keluarga dan manajer kekayaan juga sebaiknya mempertimbangkan apakah mereka memiliki sumber daya yang cukup untuk mengevaluasi transaksi sekunder secara langsung. Kepemilikan saham dalam dana investasi dan kendaraan kelanjutan memerlukan akses ke data rahasia, analisis hukum, serta keahlian dalam penilaian perusahaan swasta. Berinvestasi melalui spesialis yang berpengalaman mungkin lebih tepat daripada memilih transaksi secara individual tanpa tim khusus.<\/span><\/p><h2><span>Pasar yang lebih besar akan menimbulkan pengawasan yang lebih ketat<\/span><\/h2><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Pasar sekunder kemungkinan besar akan tetap menjadi sumber likuiditas yang penting selama tiga hingga lima tahun ke depan. Volume transaksi mungkin akan berfluktuasi dari level rekor yang dicapai pada tahun 2025, namun faktor pendorong di baliknya bersifat struktural: aset yang dikelola oleh perusahaan ekuitas swasta telah meningkat, periode kepemilikan tetap lama, dan investor menginginkan kontrol yang lebih besar atas arus kas.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Transaksi yang dipimpin oleh LP kemungkinan besar akan menjadi bagian yang lazim dalam pengelolaan portofolio institusional. Investor besar akan terus memanfaatkan pasar untuk menyesuaikan eksposur manajer, konsentrasi angkatan, dan komitmen yang belum didanai. Stigma yang terkait dengan penjualan diperkirakan akan semakin berkurang seiring dengan semakin banyaknya institusi yang memiliki modal kuat yang terlibat di kedua sisi transaksi.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Transaksi yang dipimpin oleh GP kemungkinan besar akan mendapat pengawasan yang lebih ketat dari pihak regulator dan investor karena adanya konflik kepentingan yang melekat di dalamnya. Pasar akan membutuhkan standar yang lebih ketat terkait penilaian, pengungkapan informasi, independensi penasihat, serta waktu yang diberikan kepada investor. Manajer yang menerapkan proses transparan mungkin dapat membentuk kendaraan kelanjutan sebagai jalur keluar yang berkelanjutan, sementara proses yang lemah berpotensi memicu penolakan dari mitra terbatas.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Ragam aset yang diperdagangkan juga semakin meluas. Investasi di bidang kredit swasta, infrastruktur, properti, dan modal ventura semakin menonjol dalam portofolio sekunder. Setiap pasar memiliki pola arus kas dan tantangan penilaian yang berbeda-beda, sehingga pembeli perlu mengembangkan keahlian yang lebih khusus.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Volume transaksi di atas $200 miliar kini tidak lagi terkesan luar biasa, namun pertumbuhan yang berkelanjutan tidak boleh dianggap sebagai hal yang pasti. Disiplin penetapan harga, kondisi penggalangan dana, dan pemulihan akhirnya dari jalur keluar konvensional akan memengaruhi seberapa banyak modal yang mengalir di pasar. Siklus penawaran umum perdana (IPO) dan merger serta akuisisi yang kuat dapat mengurangi urgensi beberapa penjualan sekunder, sekaligus mengukuhkan penilaian dan mendorong pembeli untuk bertransaksi.<\/span><\/p><h2><span>Mekanisme likuiditas menjadi pasar permanen<\/span><\/h2><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Transaksi sekunder ekuitas swasta telah menjadi hal yang sangat penting karena kelas aset ini telah melampaui model di mana setiap investor dapat menunggu dengan sabar hingga setiap dana investasi menyelesaikan siklus hidupnya. Aktivitas yang mencapai rekor pada tahun 2025 mencerminkan permintaan dari lembaga-lembaga yang membutuhkan likuiditas, manajer investasi yang memperpanjang kepemilikan atas perusahaan-perusahaan terpilih, serta pembeli yang tertarik pada portofolio yang sudah mapan.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Pasar ini memberikan manfaat nyata. Pasar ini memungkinkan CalPERS dan lembaga-lembaga lain untuk menata ulang portofolio mereka, memberikan alternatif bagi pemegang saham terbatas (LP) daripada harus menunggu pembagian hasil, serta membuka jalur lain bagi manajer investasi yang asetnya belum siap untuk dijual. Pasar ini juga meningkatkan proses penentuan harga di pasar di mana penilaian aset yang dilaporkan tidak terus-menerus diuji.<\/span><\/p><p class=\"isSelectedEnd\"><span>Keuntungan-keuntungan ini tidak boleh disalahartikan sebagai likuiditas yang mudah diperoleh. Setiap transaksi mengalihkan risiko kepada investor lain, dan instrumen lanjutan mungkin menunda ujian akhir mengenai apakah suatu aset dapat dijual sesuai nilai yang diharapkan. Seiring berkembangnya pasar, imbal hasil akan semakin bergantung pada proses penilaian yang disiplin, bukan pada pembelian saham ekuitas swasta dengan diskon besar-besaran dan otomatis.<\/span><\/p><p><span>Pasar sekunder tidak lagi sekadar respons insidental terhadap kondisi krisis. Pasar ini kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengelolaan portofolio di pasar swasta. Kredibilitas jangka panjangnya akan bergantung pada apakah pasar sekunder tersebut mampu menyediakan likuiditas yang transparan dan dihargai secara wajar, alih-alih sekadar menunda waktu sebelum penilaian yang sulit harus dihadapi.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasar sekunder untuk ekuitas swasta sedang meningkat, memberikan likuiditas yang lebih baik dan peluang baru bagi para investor. Artikel ini membahas faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan ini dan implikasinya bagi sektor keuangan.<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":592,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-723","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-private-market-liquidity"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-150x150.jpg","medium":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-300x225.jpg","medium_large":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-768x576.jpg","large":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-1024x768.jpg","1536x1536":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073.jpg","2048x2048":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073.jpg","trp-custom-language-flag":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-16x12.jpg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-392x272.jpg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-390x205.jpg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-130x90.jpg","colormag-featured-image":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-800x445.jpg","colormag-default-news":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-150x150.jpg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-1080x600.jpg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"William","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/82207cc30d613dea4e5fc4ce5dad6b48bc98e8cde6e3910b0adcb2b12199eab1?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":false,"magazineBlocksPostExcerpt":"Secondary markets in private equity are on the rise, providing enhanced liquidity and new opportunities for investors. This article delves into the factors driving this growth and its implications for the financial sector.","magazineBlocksPostCategories":["Private Market Liquidity"],"magazineBlocksPostViewCount":121,"magazineBlocksPostReadTime":18,"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073.jpg",1080,810,false],"medium":["https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-300x225.jpg",300,225,true],"thumbnail":["https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073-150x150.jpg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"William","author_link":"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/author\/william\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/82207cc30d613dea4e5fc4ce5dad6b48bc98e8cde6e3910b0adcb2b12199eab1?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"#\" class=\"category-link category-link-26\">Private Market Liquidity<\/a>","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Rise of Secondary Markets in Private Equity<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Secondary markets in private equity are on the rise, providing enhanced liquidity and new opportunities for investors. This article delves into the factors driving this growth and its implications for the financial sector.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/modal-swasta\/likuiditas-pasar-swasta\/munculnya-pasar-sekunder-di-sektor-ekuitas-swasta-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Rise of Secondary Markets in Private Equity\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Secondary markets in private equity are on the rise, providing enhanced liquidity and new opportunities for investors. This article delves into the factors driving this growth and its implications for the financial sector.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/modal-swasta\/likuiditas-pasar-swasta\/munculnya-pasar-sekunder-di-sektor-ekuitas-swasta-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Global Wealth, Family Offices &amp; Capital Intelligence Insight Platform\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-17T07:40:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"810\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"William\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"William\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"17 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/private-capital\\\/private-market-liquidity\\\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/private-capital\\\/private-market-liquidity\\\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"William\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/pl\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e4b7694d8a0486d08742dd200c03c738\"},\"headline\":\"The Rise of Secondary Markets in Private Equity\",\"datePublished\":\"2026-06-17T07:40:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/private-capital\\\/private-market-liquidity\\\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\\\/\"},\"wordCount\":3448,\"publisher\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/pl\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/private-capital\\\/private-market-liquidity\\\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/rotharia_image_20260316_b13073.jpg\",\"articleSection\":[\"Private Market Liquidity\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/private-capital\\\/private-market-liquidity\\\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/private-capital\\\/private-market-liquidity\\\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\\\/\",\"name\":\"The Rise of Secondary Markets in Private Equity\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/pl\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/private-capital\\\/private-market-liquidity\\\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/private-capital\\\/private-market-liquidity\\\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/rotharia_image_20260316_b13073.jpg\",\"datePublished\":\"2026-06-17T07:40:33+00:00\",\"description\":\"Secondary markets in private equity are on the rise, providing enhanced liquidity and new opportunities for investors. This article delves into the factors driving this growth and its implications for the financial sector.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/private-capital\\\/private-market-liquidity\\\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/private-capital\\\/private-market-liquidity\\\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/private-capital\\\/private-market-liquidity\\\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/rotharia_image_20260316_b13073.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/rotharia_image_20260316_b13073.jpg\",\"width\":1080,\"height\":810},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/private-capital\\\/private-market-liquidity\\\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/pl\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"The Rise of Secondary Markets in Private Equity\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/pl\\\/#website\",\"url\":\"http:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/pl\\\/\",\"name\":\"Global Wealth, Family Offices &amp; Capital Intelligence Insight Platform\",\"description\":\"Rotharia is a premier global platform dedicated to wealth management, family offices, private capital, and the technologies shaping how ultra-high-net-worth individuals preserve, grow, and govern wealth across generations.\",\"publisher\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/pl\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"http:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/pl\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/pl\\\/#organization\",\"name\":\"Global Wealth, Family Offices &amp; Capital Intelligence Insight Platform\",\"url\":\"http:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/pl\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/pl\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/cropped-rotharia.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/cropped-rotharia.png\",\"width\":250,\"height\":57,\"caption\":\"Global Wealth, Family Offices &amp; Capital Intelligence Insight Platform\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/pl\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/pl\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e4b7694d8a0486d08742dd200c03c738\",\"name\":\"William\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/82207cc30d613dea4e5fc4ce5dad6b48bc98e8cde6e3910b0adcb2b12199eab1?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/82207cc30d613dea4e5fc4ce5dad6b48bc98e8cde6e3910b0adcb2b12199eab1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/82207cc30d613dea4e5fc4ce5dad6b48bc98e8cde6e3910b0adcb2b12199eab1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"William\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.rotharia.com\\\/id\\\/author\\\/william\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bangkitnya Pasar Sekunder dalam Ekuitas Swasta","description":"Pasar sekunder untuk ekuitas swasta sedang meningkat, memberikan likuiditas yang lebih baik dan peluang baru bagi para investor. Artikel ini membahas faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan ini dan implikasinya bagi sektor keuangan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/modal-swasta\/likuiditas-pasar-swasta\/munculnya-pasar-sekunder-di-sektor-ekuitas-swasta-2\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Rise of Secondary Markets in Private Equity","og_description":"Secondary markets in private equity are on the rise, providing enhanced liquidity and new opportunities for investors. This article delves into the factors driving this growth and its implications for the financial sector.","og_url":"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/modal-swasta\/likuiditas-pasar-swasta\/munculnya-pasar-sekunder-di-sektor-ekuitas-swasta-2\/","og_site_name":"Global Wealth, Family Offices &amp; Capital Intelligence Insight Platform","article_published_time":"2026-06-17T07:40:33+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":810,"url":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"William","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"William","Estimasi waktu membaca":"17 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.rotharia.com\/private-capital\/private-market-liquidity\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.rotharia.com\/private-capital\/private-market-liquidity\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\/"},"author":{"name":"William","@id":"http:\/\/www.rotharia.com\/pl\/#\/schema\/person\/e4b7694d8a0486d08742dd200c03c738"},"headline":"The Rise of Secondary Markets in Private Equity","datePublished":"2026-06-17T07:40:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.rotharia.com\/private-capital\/private-market-liquidity\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\/"},"wordCount":3448,"publisher":{"@id":"http:\/\/www.rotharia.com\/pl\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.rotharia.com\/private-capital\/private-market-liquidity\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073.jpg","articleSection":["Private Market Liquidity"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.rotharia.com\/private-capital\/private-market-liquidity\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\/","url":"https:\/\/www.rotharia.com\/private-capital\/private-market-liquidity\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\/","name":"Bangkitnya Pasar Sekunder dalam Ekuitas Swasta","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.rotharia.com\/pl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.rotharia.com\/private-capital\/private-market-liquidity\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.rotharia.com\/private-capital\/private-market-liquidity\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073.jpg","datePublished":"2026-06-17T07:40:33+00:00","description":"Pasar sekunder untuk ekuitas swasta sedang meningkat, memberikan likuiditas yang lebih baik dan peluang baru bagi para investor. Artikel ini membahas faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan ini dan implikasinya bagi sektor keuangan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.rotharia.com\/private-capital\/private-market-liquidity\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.rotharia.com\/private-capital\/private-market-liquidity\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.rotharia.com\/private-capital\/private-market-liquidity\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/rotharia_image_20260316_b13073.jpg","width":1080,"height":810},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.rotharia.com\/private-capital\/private-market-liquidity\/the-rise-of-secondary-markets-in-private-equity-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/www.rotharia.com\/pl\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"The Rise of Secondary Markets in Private Equity"}]},{"@type":"WebSite","@id":"http:\/\/www.rotharia.com\/pl\/#website","url":"http:\/\/www.rotharia.com\/pl\/","name":"Platform Wawasan Kekayaan Global, Kantor Keluarga &amp; Wawasan Intelijen Modal","description":"Rotharia adalah platform global utama yang didedikasikan untuk manajemen kekayaan, kantor keluarga, modal pribadi, dan teknologi yang membentuk cara individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi menjaga, menumbuhkan, dan mengatur kekayaan lintas generasi.","publisher":{"@id":"http:\/\/www.rotharia.com\/pl\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"http:\/\/www.rotharia.com\/pl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"http:\/\/www.rotharia.com\/pl\/#organization","name":"Platform Wawasan Kekayaan Global, Kantor Keluarga &amp; Wawasan Intelijen Modal","url":"http:\/\/www.rotharia.com\/pl\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"http:\/\/www.rotharia.com\/pl\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cropped-rotharia.png","contentUrl":"https:\/\/www.rotharia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cropped-rotharia.png","width":250,"height":57,"caption":"Global Wealth, Family Offices &amp; Capital Intelligence Insight Platform"},"image":{"@id":"http:\/\/www.rotharia.com\/pl\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"http:\/\/www.rotharia.com\/pl\/#\/schema\/person\/e4b7694d8a0486d08742dd200c03c738","name":"William","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/82207cc30d613dea4e5fc4ce5dad6b48bc98e8cde6e3910b0adcb2b12199eab1?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/82207cc30d613dea4e5fc4ce5dad6b48bc98e8cde6e3910b0adcb2b12199eab1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/82207cc30d613dea4e5fc4ce5dad6b48bc98e8cde6e3910b0adcb2b12199eab1?s=96&d=mm&r=g","caption":"William"},"url":"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/author\/william\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/723","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=723"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/723\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/592"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rotharia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}