Alokasi Aset Multi-Kelas pada Tahun 2026 Memerlukan Keseimbangan dan Fleksibilitas
Alokasi aset multi-aset tidak lagi sekadar kegiatan statis dalam menyebar investasi di antara saham, obligasi, dan kas. Individu dengan kekayaan bersih tinggi dan kantor keluarga semakin mencari strategi canggih yang menggabungkan aset tradisional dengan alternatif seperti ekuitas swasta, dana lindung nilai, properti, komoditas, dan bahkan aset digital yang ditokenisasi. Tujuannya adalah untuk mencapai imbal hasil yang kuat dengan mempertimbangkan risiko sambil mempertahankan fleksibilitas untuk merespons pergeseran mendadak di pasar atau peristiwa geopolitik. Menurut Preqin, aset alternatif global yang dikelola mencapai $16 triliun pada tahun 2025, dan angka ini diperkirakan akan terus tumbuh secara stabil seiring dengan upaya investor untuk diversifikasi dan perlindungan terhadap volatilitas.
Baca Lebih Lanjut